ombak 7
Keindahan alam dan pantai Ujung Genteng
membuat saya sampai menyempatkan diri berwisata ke Ujung Genteng sampai 2
kali. Meski perjalanan dengan menginap sampai 1 - 2 malam sudah
termasuk panjang namun agenda acara wisatanya cukup padat, bahkan
rasanya perlu singgah lebih lama lagi.
Ada banyak lokasi wisata yang bisa
dikunjungi di sekitar Ujung Genteng, dari mulai tempat pelelangan ikan,
pantai aquarium, pantai Citireum, Ombak 7, pantai Pulau Keris,
pelepasan tukik, penetasan penyu, pelayaran dg perahu nelayan, off road
dg motor/mobil, dan berselancar. Banyak lagi lokasi yang bisa
dikunjungi, seperti Curug (air terjun) Cikaso, air terjun Cigangsa,
pantai Loji, pembuatan gula kelapa, pantai Pelabuan Ratu, pemandian air
panas Cisolok dan tentunya bakar ikan segar di pinggir pantai Ujung
Genteng nan indah .
Perajalanan ke Ujung Genteng bisa ditempuh
dari bermacam rute. Jalan paling sering dilalui dari arah Jakarta menuju
ke arah Sukabumi, di Cibadak berbelok ke arah Pelabuan Ratu, sebelum
Pelabuan Ratu di jembatan Kuning (istilah masyarakat di sana) berbelok
ke kiri arah Ujung Genteng. Rute yang lain bisa dilalui dari kota
Sukabumi ke arah selatan. Ataupun dari arah Bandung ada jalur yang
menuju ke Ujung Genteng. Jika mengamati perjalanan ini, dibandingkan
di jalan utama Jakarta Sukabumi, anehnya di pedalaman jalannya meski
kecil, berbelok dan turun naik tetapi cukup mulus dan mempunyai
pemandangan indah yang bisa dilihat sehingga tidak bosan.
Tempat Pelelang Ikan
Sungguh ini awalnya tempat pertama yang
saya kunjungi di Ujung Genteng. Memang tempat pelelangan ikan ini tidak
berbeda dari pelelangan ikan yang lain. Satu yang istimewa adalah ikan
diperoleh langsung segar hasil tangkapan nelayan, biasanya di pagi
hari. Jadi datanglah ke tempat pelelangan pada pukul 6.00 sampai 7.00
pagi, Anda akan mendapatkan ikan segar. Ikan yang terkenal di tempat
ini yang merupakan hasil penangkapan terbaik di bandingkan tempat lain
adalah ikan Layur yang sudah diekspor ke mancanegara diantaranya ke
Korea dan Jepang.
Pelayaran dg perahu nelayan
Kami memang agak “gila”, memberanikan diri
menyewa perahu nelayan untuk mengarungi samudera. Ada beberapa nelayan
yang menyerah karena diperkirakan bisa membahayakan jiwa kami sebagai
wisatawan domestik. Ada memang wisatawan asing yang naik perahu nelayan
namun dalam jangkauan dekat dari pantai. Kami wisatawan domestik yang
suka menantang alias melakukan travelling yang ekstrim.
Samudera Indonesia di pantai selatan ini
adalah pantai yang tipenya langsung terjal di dekat -dekat pantai. Sudah
pernah terjadi, wisatawan yang tidak hati-hati tergulung ombak,
terseret dan digulung sampai dasar sebelum akhirnya hanya tinggal jasad.
Makanya disarankan untuk berhati-hati di pinggir pantai, disarankan
untuk menghindari berenang di tengah laut atau menaiki perahu nelayan ke
tengah. Namun demikian nelayan pantai selatan ini adalah nelayan yang
sangat tenang dan sudah teruji ganasnya samudera Indonesia. Bisa
dibayangkan ombak dari laut (seperti laut Jawa) yang dianggap dangkal
dibandingkan ombak dari Samudera Indonesia yang dalam dan berbatasan
dengan laut lepas. Ombak samudera pada saat tenang saja sudah besar dan
menakutkan apalagi pada saat ombaknya bergejolak, biasanya pada saat
pasang, hujan dan ada angin besar sungguh sangat menakutkan.
Kami tidak merekomendasikan untuk mengadakan
pelayaran dg perahu nelayan ini, meski kami sudah menjalaninya. Memang
mengasyikkan namun oenuh tantangan dan berisiko. Sehubungan risiko yang
mungkin terjadi, kami dikasih waktu jam berangkat jam 10.00 dan
diwanti-wanti jam 14.00 suka tidak suka mau tidak mau harus sudah sampai
ke pelabuhan nelayan (bagan) Ujung Genteng. Lebih dari jam 14.00 ombaknya sangat berbahaya dan berisiko tinggi.
Ombak 7
Lokasi yang menjadi primadona di Ujung
Genteng adalah ombak 7. Menurut nelayan, penamaan ini disebabkan pada
saat pasang dan ada angin besar akan ada 7 ombak besar yang bergulungan
secara beruntun memecah di kumpulan karang. Pemandangan 7 ombak itu
katanya sungguh amboooi. Kami tidak sempat melihat ke 7 ombak, kami
hanya melihat 2 ombak yang memecah karang. Kedua ombak yang memecah di
karang tersebut saja sudah indah apalagi 7 ombak yang memecah di waktu
pasang. Indah bukan ?
Untuk melihat ombak 7 dapat ditempuh dengan 2
cara, pertama dengan perahu nelayan (tidak direkomendasikan) dan kedua
off road dengan penyewaan motor masyarakat sekitar. Menurut informasi
off road dengan motor juga mesti hati-hati, disarankan untuk yang muda
dan punya jiwa petualangan saja untuk mencapainya. Wisatawan lain
silahkan menikmati hasil jepretan foto-foto saja. :)
Pantai pulau Keris
Wah tadinya saya berfikir pulau Leris adalah
pulaa, padahal ini adalah nama pantai. Gundukan karang baik di pantai
maupun menuju pantai sudah bisa dilihat dari perahu nelayan yang kami
naiki. Nelayan memberikan kesempatan pada kami jika ada yang ingin
mendarat. Waktu untuk loncat dari perahu helayan hanya 1 menit, o la la
mana kami berani waktu yang sangat singkat tersebut. Selain waktunya
singkat memang medannya sangat berbahaya. Cukuplah kami melihatnya.
Memang harus diakui pemandangannya sungguh indah.
Pantai Citireum
Pantai ini bisa didekati dan didarati dari
laut. Kami sengaja mendarat di pantai ini selepas mengunjungi beberapa
tempat seperti ombak 7 dan pantai pulau keris dengan perahu nelayan.
Bagi kami suatu kembanggan tersendiri, banyak wisatawan yang tidak bisa
mencapai pantai ini. Kami bisa mendarat di pantai yang indah ini, sempat
berfoto ria, main air dan bahkan terseret perahu pada saat mendarat.
Memang di pantai selatan ini perlu ekstra kehati-hatian sehubungan ombak
samudra nya, meski pada waktu tenang saja sudah menakutkan apalagi pada
saat ombaknya murka (bandingkan dengan laut jawa di utara).
Kami sampai korban beberapa barang
sehubungan perahu nelayan terseret ombak ke arah pantai pada waktu
mendarat . Padalah waktu itu pagi hari, di mana ombak masih tentang.
Bebera barang yang hilang dan atau rusak yaitu kaca mata, cincin,
kamera dan saya sendiri hape untuk reportase free lance blog yang ada
kameranya. Kenangan indah dan menyesakkan tak akan terlupakan dari
pantai Citireum. Pemandangan indahnya bisa mengganti kehilangan
barang-barang kami.
Pelepasan tukik
Selam masa libur, pelepasan tukik dilakukan
hampir tiap hari. Sebanyakr atusan tukik (bayi penyu) dilepas ke
samudera lepas. Waktu pelepasan biasanya dilakukan pada sore hari
sebelum pasang palign tinggi. Waktunya hanya sebentar tapi kesan dan
ritual pelepasan tukik ini menjadi wisata khusus. Dari ratusan tukik
tersebut diperkirakan hanya 1 -2 saja yang bsia menjadi penyu dewasa.
Sebagian ebsar gaal untuk ebrtahan hidup atau dimakan oleh binatang laut
lain.
Selepas pelepasan tukik semua wisatawan
diminta menjauhi pantai kerana ombak samudera Indoensia ini paling
menakutkan. Meski saya lihat pantainya sangat indah, bahkan sejujrunya
lebih indah dari pantai-pantai di Bali namun pada saat ombak menakutkan
sungguh pemandangan dengan sisi yang lain.
Penetasan telor penyu
Penetasan telor penyu biasany pada malam
hari sekitar pukul 22.00 sampai 23.00. Kami memang diberitahu akan
rencana ini, sehubungan agenda padat kami kunjungan di ujung genteng
kami mampu secara fisik (kecapaian) untuk melihat penetasan telor penyu.
Dari film di TV yang saya lihat, penetasan telor penyu memang pada
malam hari dan dihindari adanya cahaya. Telor yang ditetaskan sangat
banyak dan pemandangan ini sangat jarang dilihat sebagai tempat wisata,
salah satu yang Anda bisa kunjungi di Ujung Genteng.
Pantai Aquarium
Saya heran awalnya disebut pantai aquarium,
namun menurut nelayan ujung genteng, dengan kasat mata dapat dilihat
pantainya seperti aquarium alam. Ada genangan air di antara batu akrang
yang terlihat ikan-ikan kecil berenang dengan bebasnya. Letaknya
diantara pantai ujung genteng dan tempat budi daya penyu.
Berselancar
Waktu kunjungan kami, beberapa bule sedang
berjemur sehabis berenang. Pas saya tanyakan ternyata sehabis
berselancar. Menurut mereka salahs atu tempat berselancar yang jadi
tantangan adalah di ujung genteng ini. Letaknya di sekitar pantai
aquarium. Ternyata selain bisa melihat aquarium alam juga bisa temapt
berselanjar yang menantang.'
Off road dg motor/mobil
Sudah menjadi kebiasaan yang suka off road
atau membawa motor/mobil di alam yang berbukit dan berlumpur, lama di
ujung genteng merupakan tantangan tersendiri. Pada saat saya datang ada
beberpa rombongan off roader yang datang, bahkan ada 30-an rombongan
motor yang sangat terkesan dan mendapatkan tantangan wisata ke ujung
genteng. Siap-siap saja Anda mendapatkan banyak kejutan yang bisa
mengesalkan dan mengharukan namun ayng apsti memberikan eknangan yang
tak terlupakan. Ada yang bannya bocor, ada yang mesti mogok dan lain
sebagainya.
Khusus untuk mengunjungi ombak 7 dari darat
bisa menyewa motor trail dari penduduk setempat. Menurut pembicaraan
terakhir motor biasa tidak bisa sampai ke lokasi ombak 7. Sungguh
menantang khan ? Apalagi jika Anda bisa meliaht pemandangan ombak 7,
wahh kesan yang tak terlupakan.
Curug (air terjun) cikaso
Curug di kota sukabumi sangat banyak, paling
tidak ada 5 curug diantaranya yang pernah saya kunjungi yaitu curug
sawer (situ gunung), curug cibeureum, curug cikaso, curug cigangsa dan
curug cipareang. Makanya saya sebut sukabumi bergelimangan curug yang
cukup banyak, bahkan kabupaten sukabumi aalah kabupaten terluas di
seluruh jawa, maka wajar jika wisata alamnya cukup beragam dari mulai
pantai sampai lereng gunung.
Salah satu Curug yang berdekatan dengan
ujung genteng adalah Curug Cikaso. Untuk mencapai curug cikaso kita
menaiki perahu, rasanya seperti di VIetnam atau di daerah alin di Asia.
Setelah perjalannan yang hanya sekitar 5 sampai 10 menit kita akan
melihat indahnya pemandangan 3 curug di satu lokasi curug cikaso.
Air terjun cigangsa
Kemegahan satu curug ada pada curug
cigangsa. Untuk mencapainya kita melewati terjal dan curamnya sawah
diantar perbukitan. Namun demikian perjalanan yang menantang ini akan
impas dengan melihat pemandangan curug yang megah yaitu curug cigangsa.
Sungguh senang kita bisa melihat, melakukan
pemotretan, mandi di bawah curahan air terjun atau makan siang di depan
curug seprti yang kami lakukan. Masyarakat sekitar dengan senang hati
akan memberikan informasi dan sapaan erat yang melengkapi keindahan alam
dan keramahan warga sekitar.
Sungguh memang indah wisata pantai dan lam
di sekitar ujung genteng. Banyak tantangan, kejutan, keindahan, dan
variasi akan perjalanan wisata ini. Tidak lengkap jika Anda tidak
merasakan ikan bakar yang bisa dinikmati di pinggir pantai. Ada banyak
masyarakat sektiar yang menyediakan jasa untuk membakar ikan, sebaiknya
ikan dibeli waktu pagi langsung dari nelayan ayng baru pulang dari
penangkapan ikan. Wuiihhh membayangkan dan menuliskan dalam reportase
signkat ini membuat saya kangen untuk kembali mengunjungi ujung genteng.
Bagaimana dengan Anda, pernah ke Ujung
Genteng atau berminat menjadwalkan menuju ke Ujung Genteng ?
Dijamin
perjalan wisata yang tak akan terlupakan.
Salam

No comments:
Post a Comment